Saran dari Ibu Carole Demirdjian, konsultan karir berpengalaman 15 th,
untuk menghadapi gaya interview “behavioural” yang paling sering
digunakan pewawancara. Gaya interview behavioural ini maksudnya
pewawancara bertanya tentang pengalaman pelamar dan pelamar disuruh
memberikan contoh. Respon yang bisa dicoba, menurut Carole adalah
dengan memberikan jawaban yang mencakup: “situasi, aksi dan hasil”.
Contoh pertanyaan: Apa bagian pekerjaan Anda yang menurut Anda sulit
dan bagaimana Anda mempertahankan efektivitas kerja ketika menghadapi
masalah ini?
========
Pertanyaan yang sering dikeluarkan pewawancara adalah: Ceritakan
pengalaman yang menantang dalam pekerjaan Anda.
Pertanyaan seperti ini juga bisa disiasati dengan metode menjawab:
situasi, tindakan/aksi dan hasil.
Teknik interview kedua adalah “teknik interview gaya terbuka”, dimana
penanya mendorong kandidat yang lebih aktif berbicara. Contoh
intruksinya, “Ceritakan mengenai diri Anda kepada saya!”
Tips untuk menjawab pertanyaan seperti ini:
1. Hindari sikap menyombongkan diri sendiri
2. Berikan jawaban yang terstruktur dan perlu mencakup: kekuatan,
keakraban dengan rekan kerja dan prestasi-prestasi
Carole juga menyarankan kandidat untuk latihan interview dengan teman
dan kalau perlu interview itu direkam dan dianalisis.
Kejelasan suara sangat penting dalam interview, pastikan suara Anda
bisa didengarkan dengan mudah.
Kesan pertama katanya juga penting, oleh karena itu buatlah kesan yang
baik pada penanya sejak menjawab pertanyaan pertama. Kalau perlu,
supaya tidak gugup, pake pemanasan seperti orang mau berlomba lari
juga boleh.
Min
Jawaban:
Situasi: Saya harus mengurusi banyak dokumen setiap hari dan situasi
ini bisa bikin ruwet
Aksi: Saya membereskan dokumen ini dengan cara mencicil, menyelesaikan
beberapa di pagi hari, kemudian setelah makan siang saya kerjakan
lagi, dan saya bereskan semua sebelum pulang pada sore hari
Hasil: Metode yang saya lakukan membuat pengarsipan dokumen dapat saya
kontrol dan pekerjaan pengarsipan tidak pernah menumpuk sehingga
menimbulkan masalah bagi seseorang di kantor.
Tips interview dari Ibu Carole Demirdjian:
1. Pandai-pandailah menjual/mempromosikan diri, pewawancara tidak
mengetahui tentang Anda sama sekali, kecuali apa yang Anda
beritahukan.
2. Nyatakan dengan jelas sisi positif Anda yang berkaitan dengan
pekerjaan yang dilamar.
3. Berbicaralah dengan jelas, jadikan kejelasan atas apa yang Anda
bicarakan sebagai sebuah tujuan.
4. Terlihat dan terdengar PeDe alias percaya diri. Ciptakan kesan
badan yang sehat, energi, motivasi, self-esteem (apa ini yah,
menghargai diri sendiri? Maaf malas cari kamus hehehe) dan sikap yang
hangat.
5. Berpartisipasi dalam percakapan. Seimbangkan panjang percakapan
Anda dengan pewawancara, jangan hanya menjawab ya/tidak.
6. Buat pembicaraan mengenai hal-hal kecil terdengar positif, jangan
mengeluh mengenai kesehatan dan masalah parkir.
7. Pergunakan kata kunci pada jawaban Anda untuk menciptakan kesan
yang mendalam dan kuat.
8. Jawab pertanyaan pertama dan kedua dengan baik karena beberapa
pewawancara mengambil kesimpulan saat baru memulai wawancara
9. Bersiaplah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang umum dan siapkan
diri untuk pertanyaan yang berhubungan dengan tindakan/kebiasaan.
Latihanlah menjawab pertanyaan behavioural dengan menggunakan metode:
situasi, aksi dan hasil. Sebisa mungkin, demonstrasikan Anda memiliki
strategi untuk menyelesaikan masalah.
10. Siapkan pengetahuan mengenai perusahaan/industri yang bersangkutan
11. Jangan timpakan kesalahan pada orang lain dan jangan berkata buruk
tentang boss atau supervisor yang dulu.
Ini kebetulan dapat dari temen di Teknik Nuklir
ditulis oleh alumni Nuklir yg sudah di posisi sering mewawancarai:
kalo ndak salah ini wawancara di P&G
Ada 2 jenis interview yaitu personnel interview dan functional interview
saya tebak kamu yang personnel interview yang akan banyak mengulas
kepribadiaan kamu
functional interview lebih ke arah pekerjaan
dengan perkiraan kamu masuk Management Trainee ?
beberapa pertanyaan biasanya akan mengupas spt
1. percaya diri ( confident )
2. mau kerja keras ( will to work hard )
3. kerjasama ( teamwork )
4. kekurangan dan kelemahan ( strength and weakness )
5. dll
berikut gambaran acak pertanyaan2 yang akan muncul ?
(following company regulation alll interview will be conducting in English)
Are you ready ?
Ok tell me anything about your self ?
ceritakan saja secara singkat family, sekolah dan interest
tell me your day to day activity ?
orang akan melihat kamu merencanakan tiap hari dan kedisiplinanamu
tidur jam berapa , bangun, sarapan, baca koran
What is your strength and weakness ? and for your wekanees how to improve ?
ceritakan secara waja kelebihanmu bukan untuk sombong atau arogant
bisanya orang sukar menemukan kelemahan
bila ketemu sebutkan secara sederhana
lebih penting …bagaimana memperbaiki kelemahanmu
Did you ever failed in your life ? and what do you do ?
ceriakan suatu kegagalan dan bagaiman kamu mengatasi kegagalan tsb
yang lebih penting lesson learn-nya apa …pelajaran yg bisa dipetik
what is your major achievement in your life ?
ceritakan salah satu kesuksesanmu dan bagamana mencapainya
how do you mantain your stress ?
ceritak secara wajar olah raga, beramin musik , membaca , nonton …dll
what kind of news paper do you read ? last 3 month what book you read ?
orang akan melihat bagaimana kamu mengupdate diri dan
memeperbaiki diri ( self improvement ) dengan membaca
kamau bisa bilang misalkan saya baca Kompas, terakhir saya baca Robert Tiyosaki
ceritakan topikanya ? apa yang bermanfaat buatmu
are you willing to work hard ?
sedikit bisa ceritakan misalkan bagaimana membuat tugas akhir
are you usually work alone or a team player ?
team player, ceritakan proyek-proyek yg kamu kerjakan bersama-sama
what is your position in your team ?
member atau leader
how do you mantain conflict ?
berdiskusi secara rational dengan rasa horamt untuk mendengarkan satu sama lain dahulu
dst …
mungkin akan banyak pertanyaaan di luar skenario
tapi tetap tenag dan jawab sejujurnya
jangan “mengada-ada” untuk menaikkan harga diri
atau jangan pula berkesan aku mengerti apa-apa
resep terakhir : selalu pandang mata si interviewer dengan ramah
untuk menunjuknan perhatinamu terpusat ke sana